Hari Sabtu lalu (19 Januari 2013) gue sempet ikutan Seminar Ilmiah tentang Stem Cells di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Pembicaranya para dokter, mulai dari dokter senior seperti Prof.Dr Suhartono Taat Putra, dr.Indah, drh Yuda Heru Fibrianto, dr.Ratna sampe ke dokter muda nan cerdas dr.Yuyun Rindiastuti. Dengerin penjelasan dan cerita mereka emang menyenangkan, walaupun banyak banget istilah istilah yang ga gue mengerti. Tapi gue bisa mengambil garis besar dari penjelasan mereka. Terus terang sebelum nya gue sama sekali ga ngerti dengan yang nama nya Stem Cell atau bahasa Indonesia nya Sel Punca. Nah mungkin banyak yang ga ngerti juga tentang sel punca ini, definisi singkat dari sel punca itu adalah unspecialized cells yang mempunyai sifat mampu melakukan regenerasi diri sendiri dan berdiferensiasi menjadi berbagai tipe sel dewasa.
Penampilan pertama dari Prof Taat. Presentasi beliau berjudul "Sudut Pandang Moral - Imoral terhadap Sel Punca". Penjelasan beliau sebenernya kurang lebih seperti buku the Secret kalo menurut gue, dimana the universe will follow what you are thinking. Itulah guna nya kita dianjurkan untuk selalu positive thinking. Tapi kalo di the secret kan ga dijelasin secara ilmiah, nah kalo sama Prof Taat dijelasin bahwa kalo kita positif thinking maka tubuh kita akan senantiasa menghasilkan hormon hormon yang bagus juga untuk kesehatan kita. Contoh simple nya adalah ketawa. Kata nya kalo kita ketawa itu mampu mengaktifkan 23 gen yang bagus untuk kesehatan. Selain itu beliau juga cerita kalo kita bisa berdamai dengan kanker sekalipun kalau kita positif thinking. Sel termasuk sel kanker akan berkembang bila dia mendapatkan lingkungan yang memang cocok untuk perkembangannya. Pada saat lingkungan tempat sel tersebut tidak cocok maka sel tersebut akan berhenti berkembang dan bahkan bisa mati
Memang untuk bisa selalu positif thinking ga mudah, diperlukan banyak pembelajaran dari kehidupan itu sendiri. Hal ini yang mungkin ga ada sekolahnya, sekolahnya ya harus dari kehidupan. Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa belum tentu. Tua itu takdir tetapi tua dewasa adalah nasib. So far kalo dari penjelasan Prof Taat gue masih sangat bisa menangkap kata kata nya. Karena beliau memaparkan nya dengan bahasa yang simple dan renyah.
Pembicara yang kedua adalah Drh Yuda Heru Fibrianto, beliau adalah seorang dokter hewan yang juga menjadi peneliti di Dermama. Beliau banyak melakukan penelitian tentang stem cell tetapi penelitiannya banyak melibatkan hewan (nama nya juga dokter hewan). Beliau menjelaskan tentang konsep stem cell dan berbagai penggunannya yang udah pernah di terapkan pada hewan. Beliau ini juga termasuk dari sedikit orang yang pernah melihat sendiri tampang otak nya.. (sumpah serem bgt). Ceritanya gini, beberapa tahun lalu dia pernah sakit di Korea, something happened with his brain (maaf lupa nama penyakitnya) dan kebetulan di sana beliau menemukan rumah sakit yang bisa mengobati penyakit tersebut. Untuk mengobati nya (punten rada horor) batok kepala nya di lepas, dan sementara pake batok kepala buatan, nah pada saat itulah kata nya beliau berkesempatan utk bisa liat otak nya sendiri (gue jadi keinget adegan di film pas Darth Vader nyopot helm nya). Singkat cerita pengobatannya berhasil, dan dalam waktu 2 minggu beliau udah bisa menyetir mobil jarak jauh. Alhamdulillah.
Setelah 2 pembicara tersebut karena udah jam 12 siang kepotong dengan waktu nya makan siang. Makan siang nya enak dan ada juga yang khas Solo, masakan Tengkleng yang isi nya berbagai macam organ tubuh kambing kumplit. Sepupu ku Dimas sempet dapet bagian gusi & gigi nya kambing.. yeap praktis secara teori Dimas Officialy ciuman sama kambing. Kalo gue sendiri request bagian iga (ga mau bagian yang aneh aneh!).
Setelah selesai makan siang, pembicara ke 3 adalah seorang dokter yang masih sangat muda tapi bisa lancar dalam mempresentasikan tentang stem cell. Nama nya dokter Yuyun Rindiastuti, dia seorang research & development division Dermama Bioteknologi Laboratory. Beliau menjelaskan tentang "In vivo reprogramming: The Emerging Future of "Cell Free" based therapy. Nah walaupun gue udah dua kali dijelasin sama dokter Yuyun, tapi tetep aja gue ga bisa jelasin tentang apa yang dia bicarakan.. hehehee.. nuwun sewu mba Yuyun bahasa nya kamu berat bangeet siiy.. aku ga mudeng.. :p
Pembicara ke 4 dan ke 5 adalah dokter Ratna & dr Indah, kedua dokter ini adalah dokter senior yang selain melakukan penelitian tentang stem cell, masing masing juga sudah mulai menerapkan pengobatan dan melakukan penyuntikan dari Stem Cell. Banyak foto foto pengobatan yang diperlihatkan beliau, dan keliatannya emang seperti miracle. Kebanyakan siy contoh foto yang di perlihatkan pengobatan untuk kulit dan luka luka. Bahkan ada juga foto jempol yang udah bolong terus setelah di suntik stem cell perlahan jadi bisa sembuh kembali. Dokter Indah cerita kalo kebanyakan pasien pasien nya kepingin di suntik supaya bisa tetep awet muda kaya' Titiek Puspa. Banyak para selebriti dan orang orang kaya di negeri ini yang menghabiskan dana yang fantastis untuk melakukan perawatan wajah seperti ini. Padahal ternyata suntikan untuk perawatan wajah seperti itu juga di Indonesia udah ada lho. Tuh dokter Indah salah satu ahli nya.
Pengobatan Stem Cell memang masih sangat baru di Indonesia, gue beruntung bisa ketemu dengan para dedengkot ahli stem cell ini. Bahkan di luar negeri pun penelitian tentang pengobatan ini masih ada pro dan kontra nya. Di Amerika negara yang terkenal maju dan mempunyai pemikiran bebas juga masih tetep aja banyak yang menentang penelitian Stem Cell ini. Dan gosip yang kenceng beredar, mereka yang paling kenceng menentang penelitian tentang stem cell ini adalah dari kaum Farmasi yang melakukan pengobatan dengan menggunakan obat obatan dan bahan bahan kimia.
Ada juga yang menentang dari kaum agamis, mereka mengatakan kalo Stem Cell bahan nya diambil dari makhluk hidup (hewan dan manusia), itu sama aja seperti menggunakan bangkai.
Masih banyak pro dan kontra seputar ini, tetapi kalo gue sendiri siy berpikir seperti ini. Selama hal tersebut bisa dipergunakan untuk kemaslahatan umat manusia kenapa engga. Sebaik nya kita ga segampang itu nge judge suatu hal dengan baik atau haram. Contoh aja rokok deh, itu kan jelas jelas merusak kesehatan tapi tetep aja bisnis rokok berkembang. Nah kalo untuk Stem Cell juga sama, kita seharus nya mencoba untuk berpikiran lebih terbuka dalam melihat hal yang baru. Keep positive thinking about something new, tapi tetep aja harus waspada juga kalo ternyata ada hal hal yang tidak baik dari situ. Siapa tau dengan adanya kemajuan pengobatan dengan stem cell bisa membantu manusia lebih panjang usia nya dan bisa lebih produktif. Tinggal kita lihat banyakan maslahat atau mudaratnya.
Gimana menurut anda?
Penampilan pertama dari Prof Taat. Presentasi beliau berjudul "Sudut Pandang Moral - Imoral terhadap Sel Punca". Penjelasan beliau sebenernya kurang lebih seperti buku the Secret kalo menurut gue, dimana the universe will follow what you are thinking. Itulah guna nya kita dianjurkan untuk selalu positive thinking. Tapi kalo di the secret kan ga dijelasin secara ilmiah, nah kalo sama Prof Taat dijelasin bahwa kalo kita positif thinking maka tubuh kita akan senantiasa menghasilkan hormon hormon yang bagus juga untuk kesehatan kita. Contoh simple nya adalah ketawa. Kata nya kalo kita ketawa itu mampu mengaktifkan 23 gen yang bagus untuk kesehatan. Selain itu beliau juga cerita kalo kita bisa berdamai dengan kanker sekalipun kalau kita positif thinking. Sel termasuk sel kanker akan berkembang bila dia mendapatkan lingkungan yang memang cocok untuk perkembangannya. Pada saat lingkungan tempat sel tersebut tidak cocok maka sel tersebut akan berhenti berkembang dan bahkan bisa mati
Memang untuk bisa selalu positif thinking ga mudah, diperlukan banyak pembelajaran dari kehidupan itu sendiri. Hal ini yang mungkin ga ada sekolahnya, sekolahnya ya harus dari kehidupan. Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa belum tentu. Tua itu takdir tetapi tua dewasa adalah nasib. So far kalo dari penjelasan Prof Taat gue masih sangat bisa menangkap kata kata nya. Karena beliau memaparkan nya dengan bahasa yang simple dan renyah.
Pembicara yang kedua adalah Drh Yuda Heru Fibrianto, beliau adalah seorang dokter hewan yang juga menjadi peneliti di Dermama. Beliau banyak melakukan penelitian tentang stem cell tetapi penelitiannya banyak melibatkan hewan (nama nya juga dokter hewan). Beliau menjelaskan tentang konsep stem cell dan berbagai penggunannya yang udah pernah di terapkan pada hewan. Beliau ini juga termasuk dari sedikit orang yang pernah melihat sendiri tampang otak nya.. (sumpah serem bgt). Ceritanya gini, beberapa tahun lalu dia pernah sakit di Korea, something happened with his brain (maaf lupa nama penyakitnya) dan kebetulan di sana beliau menemukan rumah sakit yang bisa mengobati penyakit tersebut. Untuk mengobati nya (punten rada horor) batok kepala nya di lepas, dan sementara pake batok kepala buatan, nah pada saat itulah kata nya beliau berkesempatan utk bisa liat otak nya sendiri (gue jadi keinget adegan di film pas Darth Vader nyopot helm nya). Singkat cerita pengobatannya berhasil, dan dalam waktu 2 minggu beliau udah bisa menyetir mobil jarak jauh. Alhamdulillah.
Setelah 2 pembicara tersebut karena udah jam 12 siang kepotong dengan waktu nya makan siang. Makan siang nya enak dan ada juga yang khas Solo, masakan Tengkleng yang isi nya berbagai macam organ tubuh kambing kumplit. Sepupu ku Dimas sempet dapet bagian gusi & gigi nya kambing.. yeap praktis secara teori Dimas Officialy ciuman sama kambing. Kalo gue sendiri request bagian iga (ga mau bagian yang aneh aneh!).
Setelah selesai makan siang, pembicara ke 3 adalah seorang dokter yang masih sangat muda tapi bisa lancar dalam mempresentasikan tentang stem cell. Nama nya dokter Yuyun Rindiastuti, dia seorang research & development division Dermama Bioteknologi Laboratory. Beliau menjelaskan tentang "In vivo reprogramming: The Emerging Future of "Cell Free" based therapy. Nah walaupun gue udah dua kali dijelasin sama dokter Yuyun, tapi tetep aja gue ga bisa jelasin tentang apa yang dia bicarakan.. hehehee.. nuwun sewu mba Yuyun bahasa nya kamu berat bangeet siiy.. aku ga mudeng.. :p
Pembicara ke 4 dan ke 5 adalah dokter Ratna & dr Indah, kedua dokter ini adalah dokter senior yang selain melakukan penelitian tentang stem cell, masing masing juga sudah mulai menerapkan pengobatan dan melakukan penyuntikan dari Stem Cell. Banyak foto foto pengobatan yang diperlihatkan beliau, dan keliatannya emang seperti miracle. Kebanyakan siy contoh foto yang di perlihatkan pengobatan untuk kulit dan luka luka. Bahkan ada juga foto jempol yang udah bolong terus setelah di suntik stem cell perlahan jadi bisa sembuh kembali. Dokter Indah cerita kalo kebanyakan pasien pasien nya kepingin di suntik supaya bisa tetep awet muda kaya' Titiek Puspa. Banyak para selebriti dan orang orang kaya di negeri ini yang menghabiskan dana yang fantastis untuk melakukan perawatan wajah seperti ini. Padahal ternyata suntikan untuk perawatan wajah seperti itu juga di Indonesia udah ada lho. Tuh dokter Indah salah satu ahli nya.
Pengobatan Stem Cell memang masih sangat baru di Indonesia, gue beruntung bisa ketemu dengan para dedengkot ahli stem cell ini. Bahkan di luar negeri pun penelitian tentang pengobatan ini masih ada pro dan kontra nya. Di Amerika negara yang terkenal maju dan mempunyai pemikiran bebas juga masih tetep aja banyak yang menentang penelitian Stem Cell ini. Dan gosip yang kenceng beredar, mereka yang paling kenceng menentang penelitian tentang stem cell ini adalah dari kaum Farmasi yang melakukan pengobatan dengan menggunakan obat obatan dan bahan bahan kimia.
Ada juga yang menentang dari kaum agamis, mereka mengatakan kalo Stem Cell bahan nya diambil dari makhluk hidup (hewan dan manusia), itu sama aja seperti menggunakan bangkai.
Masih banyak pro dan kontra seputar ini, tetapi kalo gue sendiri siy berpikir seperti ini. Selama hal tersebut bisa dipergunakan untuk kemaslahatan umat manusia kenapa engga. Sebaik nya kita ga segampang itu nge judge suatu hal dengan baik atau haram. Contoh aja rokok deh, itu kan jelas jelas merusak kesehatan tapi tetep aja bisnis rokok berkembang. Nah kalo untuk Stem Cell juga sama, kita seharus nya mencoba untuk berpikiran lebih terbuka dalam melihat hal yang baru. Keep positive thinking about something new, tapi tetep aja harus waspada juga kalo ternyata ada hal hal yang tidak baik dari situ. Siapa tau dengan adanya kemajuan pengobatan dengan stem cell bisa membantu manusia lebih panjang usia nya dan bisa lebih produktif. Tinggal kita lihat banyakan maslahat atau mudaratnya.
Gimana menurut anda?


